Menanti Mobil Esemka yang Tak Kunjung Tiba

0 21



Jakarta – Sudah lama masyarakat Indonesia menanti kehadiran mobil nasional. Namun hingga saat ini mobil nasional itu tak kunjung datang. Inisiasi untuk membuat mobil nasional sebenarnya sudah ada sejak lama.

Tahun 1997-1998 sempat mencuat mobil merek nasional Timor yang laris pada zamannya. Mobil yang dibangun oleh PT Timor Putra Nasional (TPN) garapan Tommy Soeharto usut punya usut ternyata tak utuh diproduksi oleh Timor. Melainkan hanya me-rebadge mobil buatan Korea Selatan Kia.

Timor memang laris karena harga jualnya lebih murah dibandingkan mobil-mobil lain yang saat itu juga dijual di Tanah Air sekitar Rp 35 jutaan. Tapi Timor tak bertahan lama, hanya setahun perusahaan itu bangkrut seiring dengan bangkrutnya Kia Motors yang kemudian dibeli oleh Hyundai.

Bertahun-tahun berselang, proyek mobil nasional tak kunjung datang. Hingga akhirnya muncul sebuah asa lewat mobil buatan anak-anak SMK disapa ‘Esemka‘.

Esemka sendiri pernah mencuat kala presiden Joko Widodo menjabat sebagai Walikota Solo karena ia memilih Esemka Rajawali sebagai kendaraan dinasnya. Mobil yang diklaim sebagai karya anak bangsa itu langsung melejit di seluruh Indonesia.

Bahkan sempat dikabarkan Esemka juga akan dijadikan kendaraan dinas para Menteri kala itu. Perjalanan Esemka untuk bisa menjadi mobil nasional bisa dibilang kurang mulus nih Otolovers. Tahun 2010 misalnya, Esemka gagal uji emisi.

Kemudian saat uji emisi kembali dilakukan pada tahun 2012, Esemka gagal untuk kedua kalinya. Baru pada Agustus 2012 mobil buatan anak bangsa ini lolos uji emisi dan dianggap memenuhi standar sebuah mobil untuk diproduksi.

11 tahun berselang Esemka versi produksi massal belum juga menampakkan batang hidungnya. Sang penggagas mobil Esemka Sukiyat mengaku mengalami banyak kendala dalam perjalanannya mengembangkan Esemka.

“Nggak gampang, ini kan kita mau buat kendaraan yang dipakai umum (orang banyak). Kita belum siap lawannya APM (Agen Pemegang Merek), nggak kuat saya sendiri. Uangnya semua-semuanya lah belum kuat,” tutur Sukiyat saat berbincang dengan detikOto beberapa waktu lalu.

Meski begitu, Sukiyat masih memiliki motivasi untuk memproduksi mobil nasional. Tak menyerah pada Esemka, Sukiyat justru beralih memproduksi mobil desa yang diluncurkan pada saat pembukaan GIIAS oleh Jokowi.

Mobil Esemka sendiri kabarnya sudah dipegang oleh mantan kepala BIN A.M Hendropriyono dan siap diproduksi pertengahan tahun. Namun sudah menginjak bulan kedelapan tahun 2018, mobil itu tak kunjung muncul. (dry/ddn)




Source link – Sumber : Detik.com

Get real time updates directly on you device, subscribe now.