Penjualan Konter Pulsa Turun, Efek Registrasi SIM Card?

0 23



Jakarta – Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) mengatakan bahwa bisnis seluler dalam negeri kini tengah lesu. Bahkan, organisasi yang beranggotakan para pedagang pulsa tersebut menyebut fenomena ini sebagai musibah perekonomian.

Qutni Tisyari, Ketua KNCI, mengatakan saat ini transaksi retail per toko menurun hingga 50%. Angka tersebut, sebagaimana dikatakan olehnya, sudah berlangsung sejak November 2017.

“Penjualan drop 50%. Biasa rata-rata 100 unit, jadi 50 unit,” tulisnya melalui pesan singkat kepada detikINET, Jumat (10/8/2018).


Lantas, apa penyebab dari menurunnya penjualan di bisnis seluler? Qutni pun menyebutkan sejumlah pemicunya. “Akibat daya beli masyarakat yg menurun dan persaingan bisnis dengan modern channel,” katanya.

Terkait dengan hal tersebut, ia membagi channel modern menjadi dua, yaitu offline dan online. Sejumlah peretail seperti minimarket diakui jadi pesaing pedagang pulsa dari channel modern berbentuk offline.

Sedangkan untuk yang online, Qutni mengatakan marketplace dan e-commerce yang beroperasi di dalam negeri juga menimbulkan persaingan. Ia menambahkan, institusi perbankan pun turut menyebabkan pengaruh serupa.

“Serta efek kebijakan registrasi (kartu SIM) kemarin. Walaupun outlet diberi kewenangan untuk melakukan registrasi nomor yang keempat dan seterusnya, tapi masyarakat kelihatannya mulai berpindah ke isi ulang,” ujar Qutni.

Perihal alasan yang satu ini, ia mengatakan pihaknya akan membahasnya lebih lanjut pada Musyawarah Nasional KNCI V di Surabaya pada 10-12 Agustus mendatang. Dalam acara tersebut, organisasi pedagang pulsa ini berniat untuk mendatangkan perwakilan dari BRTI, ATSI, hingga Rudiantara selaku Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Nantinya, pihak KNCI berharap akan tercipta kesepahaman seluruh pihak terkait sehingga bisa bersinergi dengan baik. Lalu, bentuk kesepahaman apa yang mereka inginkan?

“Bentuk kesepahaman yg diharapkan yaitu pemerintah mengeluarkan regulasi yg mampu mempertahankan outlet tradisional. Operator juga tetap bermitra dengan kami sebagai salah satu jalur distribusi yg sudah eksis lebih dari 12 tahun semenjak industri seluler lahir di indonesia,” tutur Qutni.

Selain itu, pasca Munas dilaksanakan, KNCI juga berniat untuk menyalurkan bantuan kepada korban gempa Lombok. Qutni mengatakan, dalam tahap kedua pengumpulan donasi, uang yang sudah terkumpul telah mencapai angka Rp 203 juta.

Rencananya, bantuan tersebut akan disalurkan langsung oleh Ketua Umum KNCI terpilih yang bakal ditentukan di dalam Munas. Sebelumnya, mereka juga sudah mendistribusikan bantuan dalam bentuk sembako dan air bersih kepada korban gempa Lombok. (mon/rou)




Source link – Sumber : Detik.com

Get real time updates directly on you device, subscribe now.