Tempat Basah-basahan Asyik di Ciamis

0 28


Ciamis – Akhir pekan ini, main basah-basahan yuk ke Ciamis. Di Ciamis, kamu bisa main ke Curug Salosin yang cantik dan juga menyegarkan. Asyik nih!

Kekayaan alam Kabupaten Ciamis tidak ada habisnya. Seperti Curug Salosin tempat wisata basah-basahan yang masih berawan, bagai mutiara tersembunyi, di Desa Sukahurip, Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Curug Salosin terletak di kaki Gunung Sawal, tepatnya di bawah puncak Gunung Bongkok. Lokasi dari Jalan Nasional Cihaurbeut sekitar 10 kilometer. Belum adanya pengelolaan dari pemerintah membuat Curug Salosin belum dikenal luas oleh wisatawan.


Terlebih, untuk akses menuju lokasi Curug Salosin ini cukup memakan waktu dengan berjalan kaki dan jalan menanjak. Namun, wisatawan disuguhkan dengan keindahan alam hutan di sepanjang jalan.

Pemandangan menuju ke curug (Dadang/detikTravel)Pemandangan menuju ke curug (Dadang/detikTravel)

Banyaknya pohon pinus dan pohon aren menambah suasana sejuk. Wisatawan tidak akan merasa lelah meski berjalan kaki. Ditambah lagi, setelah mencapai lokasi Curug Salosin ini, traveler akan disuguhkan dengan air terjun yang menjulang dengan ketinggian sektiar 10 meter.

Di bawahnya, wisatawan bisa bermain basah-basahan atau berendam dengan air alami asli pegunungan yang cukup menyejukan. Tempat ini sangat cocok untuk melepas penat di akhir pekan atau hanya untuk berfoto-foto menambah koleksi album di media sosial, atau prewedding.

Nama Curug Salosin diambil dari bahasa Sunda berarti dua belas, karena di sekitar lokasi itu terdapat banyak air terjun. Namun yang baru ditemukan sekitar 12 air terjun.

Menuju ke air terjun (Dadang/detikTravel)Menuju ke air terjun (Dadang/detikTravel)

Dayat (50) Warga sekitar yang juga ikut membuka akses curug menuturkan curug pertama kali dibuka sekitar 10 bulan lalu bersama lima warga lainnya, dengan inisiator Sodikin yang merupakan pelaku wisata di Ciamis.

“Tadinya akses ke Curug cukup sulit, hampir belum ada, jadi kami buka membuat jalan, memang sangat susah dari pertama survei sampai dibuka itu sampai 9 bulanan,” ujar Dayat saat ditemui di saung sekitar lokasi curug Sabtu (4/8/2018).

Setelah dibuka, wisatawan dari daerah sekitar mulai berdatangan namun jumlahnya tidak terlalu banyak. Belum adanya pengelolaan dari pemerintah maupun desa membuat keberadaan Curug Salosin masih sepi pengunjung. Ditambah akses jalan yang cukup sulit.

Mencuci muka di air terjun, segar! (Dadang/detikTravel)Mencuci muka di air terjun, segar! (Dadang/detikTravel)

“Alhamdulillah, setelah dibuka ada wisatawan yang datang, ada juga yang sengaja dari jakarta kesini untuk shooting film. mudah-mudahan kedepan ada pengelolaan dan pembangunan di curug ini,” kata Dayat yang sehari-hari berprofesi sebagai pembuat gula aren.

Bahkan Curug Salosin ini mendapat dukungan dari masyarakat yang cukup tinggi, dimana masyarakat menghibahkan sebagian tanahnya untuk digunakan membagung akses jalan menuju curug. Ke depannya, masyarakat sekitar berharap Curug Salosin ini menjadi salah satu destinasi wisata yang menjadi ikon ciamis, terutama bisa mensejahterakan masyarakat dari sektor wisata. (wsw/wsw)




Source link – Sumber : Detik.com

Get real time updates directly on you device, subscribe now.