Penguatan Berlanjut, IHSG Dibuka Menanjak ke 5.880

0 26



Jakarta – Laju positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada pembukaan perdagangan pagi ini. Seluruh saham sektoral melaju positif menjadi motor pergerakan IHSG pagini.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih tinggi di level 14.835, sama dengan posisi kemarin sore.

Pada perdagangan pre opening, IHSG naik ke 5.870,985. Indeks LQ45 juga naik ke 925,621.


Membuka perdagangan, Jumat (14/9/2018), IHSG naik 21,948 poin (0,37%) ke 5.880,222. Indeks LQ45 juga naik 4,218 poin (0,46%) ke 926,682.

Hingga pukul 09.05 waktu JATS, IHSG naik 33,962 poin (0,58%) ke 5.892,236. Indeks LQ45 naik 5,374 poin (0,58%%) ke 927,838.

Penguatan IHSG didorong oleh sepuluh saham sektoral. Saham sektor perdagangan naik paling tinggi dengan kenaikan 0,91%.

Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup kompak di teritori positif pada perdagangan kemarin (13/08). Indeks Dow Jones berakhir menguat sebesar 0.57% ke level 26,146, S&P terapresiasi 0.53% ke level 2,904 dan Nasdaq naik sebesar 0.75% ke level 8,013.

Penguatan pada indeks utama AS inline dengan rilisnya data initial Jobless
Claims AS per 08 September yang mengalami penurunan dan mencapai level
terendahnya dalam hampir 49 tahun, dimana hal ini menunjukkan adanya
perbaikan atas pasar tenaga kerja yang kuat.

Adapun kalim atas tunjangan
pengangguran AS turun menjadi 204.000 dari sebelumnya 205.000 tingkat terendah sejak Desember 1969.

Pelaku pasar sangat merespon positif hal ini dikarenakan data klaim pengangguran ini lebih baik dibandingkan perkiraaan
yang sebesar 210.000 pengangguran.

Bursa-bursa Asia mayoritas bergerak positif pagi ini. Berikut situasi di bursa regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 0,84% ke 23.013,369.
  • Indeks Hang Seng naik 0,82% ke 27.236,221
  • Indeks Komposit Shanghai menipis 0,02% ke 2.686,000
  • Indeks Straits Times naik 0,55% ke 3.148,890.

(dna/dna)



Source link – Sumber : Detik.com

Get real time updates directly on you device, subscribe now.