Atur Pola Makan yang Tepat dengan Tes Nutrigenomic

0 19



Jakarta – Salah satu hal penting demi menjaga tubuh tetap sehat adalah dengan mengatur pola makan atau meal plan. Sering kali aturan pola makan dilakukan dengan sembarangan karena hanya ikut-ikutan tren. Misalnya tidak mengonsumsi asupan karbohidrat atau malah tidak sarapan dan makan malam.

Sebenarnya, pola makan seperti itu belum tentu tepat. Sebab, pola makan yang pas adalah yang disesuaikan dengan kondisi tubuh. Maka harus dilakukan meal plan yang sempurna dengan tes nutrigenomic.

“Semua tren pola makan yang seperti itu (mengikuti tren pola makan yang tidak mengonsumsi karbohidrat sama sekali) tidak ideal dan berisiko. Karena masyarakat kita memiliki kerancuan mengenai pola makan karena mereka selalu mencari jalan pintas atau solusi instan, yang kadang tidak pernah dipikirkan efek jangka panjangnya seperti apa,” ujar Clinical Dietitian & Sport Nutritionist sekaligus Direktur Utama MesaAcademy, perusahaan Nutrition & Sport Performance Consultant , Emilia E. Achmadi MS., RDN kepada detikHealth (4/10/2018).

Emilia menjelaskan secara garis besar menjaga asupan makanan dan menyeimbangkan apa yang dikonsumsi pada dasarnya bisa membuat jadi lebih sehat. Namun jika untuk tujuan spesifik, hal yang harus diperhatikan adalah mengetahui kebutuhan spesifik yang diinginkan. Sebab, kebutuhan tiap orang tidak lah sama.

Analisis juga diperlukan dalam memutuskan pola seperti apa yang harus dilakukan, seperti gaya hidup, pola makan, jam tidur, aktivitas fisik, rutinitas olahraga, metabolisme dan fungsi organ.

Oleh karena itu, perlu untuk mengetahui banyak aspek sebelum memberikan anjuran apa yang sesuai dengan kebutuhan suatu individu untuk mencapai berat badan ideal dan personal goal.

Emilia juga mengatakan setiap orang dilahirkan dengan DNA yang berbeda-beda. DNA tersebut yang mengontrol bagaimana tubuh berfungsi. Hal tersebut membuat tes DNA saat ini ramai dibicarakan di masyarakat internasional, terlebih di Indonesia.


Pemeriksaan DNA yang sekarang ramai menjadi perhatian di Indonesia berfokus ke fungsi tubuh. Misalnya apakah tubuh bisa mengolah makanan dengan benar dan menyerap mikronutrisi seperti vitamin dan mineral dengan efektif, aktivitas olahraga apa yang paling ideal, apakah sensitif terhadap jenis makanan tertentu, atau kecenderungan untuk tertarikan pada rasa makanan tertentu.

Itulah yang disebut dengan nutrigenomi. Sehingga dengan analisis DNA ini menjaga keakurasian kebutuhan satu orang individu seperti apa.

“Jadi jika saya mendesain pola makan untuk klien yang sudah melakukan tes DNA, saya bisa lebih melihat sebetulnya orang ini kalaupun membutuhkan kehilangan berat badan, cara yang paling ideal seperti apa. Apakah mengurangi gorengan ataukah mengurangi karbohidratnya atau mengonsumsi jenis lemak tidak jenuh tunggal. Basis dari hasil tes DNA itu yang akan menjadi petunjuk buat saya untuk melihat cara paling efektif seseorang untuk mencapai berat badan ideal,” paparnya.

Salah satu program yang bisa dipilih adalah NutrigenMe Wellness Program, program kesehatan berbasis pemeriksaan genetik. Program ini menggunakan pemeriksaan DNA untuk menentukan pola makan atau asupan yang tepat, termasuk untuk olahraga dan suplementasinya.

Makanan akan dirancang personal berdasarkan profil genetik individu dan pengaturan kalori oleh dokter spesialis gizi klinik. Kebutuhan nutrisi akan disesuaikan profil DNA sehingga asupan nutrisi untuk badan lebih optimal. (ega/up)



Source link – Sumber : Detik.com

Get real time updates directly on you device, subscribe now.