Pakai Deodoran Bisa Sebabkan Kanker Payudara, Benar Nggak Sih?

0 17



Jakarta – Bagi sebagian perempuan, deodoran adalah perangkat yang wajib dikenakan sebelum beraktivitas setiap hari. Ketiak yang bau, basah, dan berkeringat bisa menurunkan rasa percaya diri serta mengganggu aktivitas keseharian.

Namun penggunaan deodoran sempat dihantui risiko terkena kanker payudara, yang merupakan momok bagi sebagian besar perempuan. Dikutip dari The Guardian, perempuan tak perlu khawatir jika hendak menggunakan deodoran untuk mengatasi masalah ketiak. Riset pada 2002 membuktikan tidak ada kaitan antara kanker dan penggunaan deodeoran. Studi terhadap 1.606 perempuan ini dipublikasikan dalam Journal of the National Cancer Institute.


Riset serupa dilaksanakan pada 2006 terhadap perempuan dengan dan tanpa kanker payudara. Dalam studi tersebut, sebanyak 82 persen perempuan tanpa kanker payudara menggunakan deodeoran dalam keseharian. Pada kelompok dengan kanker, sebanyak 52 persen responden diketahui menggunakan deodoran. Hasil ini tidak mendukung mitos penggunaan deodoran bisa menyebabkan kanker payudara.

Kabar terkait deodoran bisa memicu pertumbuhan sel kanker berawal dari studi laboratorium. Studi yang tanpa pengulangan tersebut mendapati adanya aluminium pada sel payudara dengan kanker. Garam aluminium tersebut diduga menghambat jalur keringat, yang hendak keluar dari tubuh. Garam inilah yang kemudian menyerap keringat dan racun dari ketiak.

Padahal seperti diketahui, tubuh mengeluarkan racun lewat ginjal dan hati. Hal inilah yang menyebabkan perempuan harus banyak minum air putih untuk memudahkan keluarnya racun dari tubuh. Studi tersebut juga tidak membandingkan kandungan aluminium pada sel payudara tanpa kanker. Dugaan garam aluminium dapat memicu kanker pada akhirnya hanya spekulasi.

(frp/frp)



Source link – Sumber : Detik.com

Get real time updates directly on you device, subscribe now.