Pesta Tukar Pasangan, Adakah Kemungkinan Pelakunya Gangguan Jiwa?

0 13



Jakarta – Penggerebekan pesta seks swinger atau tukar pasangan di Jawa Timur membuat heboh khalayak ramai. Bagaimana tidak, perilaku seks menyimpang ini sudah dilakukan pelakunya sejak tahun 2016.

Sang pelaku mengaku bahwa dirinya mengalami depresi. Parahnya, ia juga mengajak istrinya yang tengah hamil delapan bulan dalam penyimpangan ini.

Menanggapi hal tersebut, psikiater dr Nova Riyanti Yusuf, SpKJ mengatakan bahwa kemungkinan bukan depresi yang dialaminya.


“Kalau orang depresi mood-nya kan mengalami penurunan, sedih, murung, tidak semangat, tidak berenergi. Ada juga manik, mood-nya elasi (euphoria dengan peningkatan aktivitas psikomotor), berenergi, enjoy. Biasanya pada orang yang bipolar,” ujarnya saat dihubungi detikHealth melalui telepon, Kamis (11/10/2018).

“Dua-duanya muncul pada orang bipolar, kalau nggak bipolar ya munculnya sendiri-sendiri,” lanjut dokter yang juga Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia Cabang DKI Jakarta.

Menurut dokter yang akrab disapa Noriyu ini, bipolar tersebut dengan maniak pada promiskuitas, yaitu praktik melakukan seks bebas secara sering dengan pasangan yang berbeda atau tidak pandang bulu memilih pasangan seksual.

dr Noriyu mengatakan bahwa itu terjadi karena adanya psikodinamika, perilaku seseorang yang psikisnya mengalami perubahan sehingga pelaku melakukan penyimpangan tersebut.

Namun, dr Noriyu menegaskan bahwa itu hanya kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada psikis pelaku pesta tukar pasangan.

“Tapi saya nggak tahu ya, kan saya belum pernah periksa, belum pernah ketemu,” tutupnya.

(wdw/up)



Source link – Sumber : Detik.com

Get real time updates directly on you device, subscribe now.