Polisi Pastikan Grup Gay Pelajar Hoax, Pelajaran Apa yang Bisa Dipetik?

0 19



Jakarta – Isu soal penyimpangan seksual remaja di Garut yang terkuat lewat grup gay di Facebook menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat. Meski polisi memastikan isu tersebut adalah hoaks, tentunya masih ada pelajaran yang bisa diambil dari kejadian tersebut.

Misalnya mengenai hal-hal yang harus dipahami mengenai latar belakang seseorang mengalami orientasi seks menyimpang. Kepada detikHealth, dr Petrin Redayani Lukman, SpKJ(K), MPd.Ked, menjelaskan ada banyak hal yang melatar belakangi hal ini. Salah satunya faktor keluarga yang tidak bisa melengkapi proses perkembangan identitas anak yang beranjak dewasa.

“Bisa jadi, itu faktor keluarga, tahapan di perkembangan di awal tadi. Kalau baik, maka itu akan membentuk dirinya yang positif. Kebanyakan remaja itu kan sedang membentuk identitasnya, dan karena mereka punya deffect di perkembangan sebelumnya, kekurangan-kekurangan, dia coba isi kan dalam bentukan identitas, Tahunya isinya tuh keliru,” kata dr Petrin.


Kekosongan itu pun bisa diisi oleh banyak termasuk paparan perilaku seksual menyimpang. Remaja bisa saja jadi berpikir itu akan mengisi kekosongannya meskipun perbuatannya ternyata tidak tepat.

Akan tetapi, terkadang orang tua tidak bisa menyikapi hal tersebut dengan baik. Alhasil, si anak menjadi sasaran kemarahan. Padahal, kemampuan pikiran si anak belum sempurna dan masih senang coba-coba. Pada akhirnya, semakin dimarahi maka anak makin menjauh.

“Makin dilakuinlah perilaku itu. Habis dia lakuin secara biologis dia seneng kok. Nyaman. Dia udah bisa terpuaskan tanpa berpikir konsekuensi. Coba diajak berbicara analitik jadi, dia (si anak) akan merasa lebih enak,” jelasnya.

(ask/up)



Source link – Sumber : Detik.com

Get real time updates directly on you device, subscribe now.